Feeds:
Tulisan
Komentar

Alwi Shihab Hadiri Silaturrahim PCINU Libya

Rabu, 3 November 2010

Tripoli, NU Online
Mantan Menko Kesra dalam Kabinet Indonesia Bersatu (KIB), Alwi Shihab menhadiri silaturahim Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Libya di hotel Corenthia, Tripoli Libya Senin (1/11) kemarin.

Dalam sambutannya ia mengharapkan lahirnya tokoh-tokoh Islam Indonesia yang moderat dari lembaga pendidikan Islam di Libya.  Islam moderat dianggap mampu menyelesaikan problematika keagamaan yang semakin berkembang di tanah air. Dari tokoh-tokoh Islam seperti ini juga diharapkan mampu mengikis pemahaman Islam yang cenderung salah kaprah dalam prakteknya seperti radikalisme dan ekstrimisme.

“Saat ini kita mengharapkan lahirnya tokoh-tokoh Islam yang moderat dari negeri Islam seperti Libya. Karena tokoh seperti itulah yang dibutuhkan di Indonesia saat sekarang. Dan dengan adanya tokoh-tokoh moderat umat Islam Indonesia yang condong radikal dapat diminimalisir,” katanya.

Ia menambahkan bahwa mahasiswa Indonesia khususnya Nahdliyin yang saat ini sedang menimba ilmu pengetahuan di Libya harus mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya dalam menghadapi  tantangan masa depan . Disamping itu, mantan Menlu di era kepemimpinan Gus Dur ini mengharapkan agar Nahdliyin juga membuka diri dalam menyongsong arus globalisasi yang semakin gencar. Salah satu hal yang paling penting menurutnya adalah dengan menguasai beberapa bahasa asing seperti Inggris dan Arab. Karena bahasa merupakan tangga menuju internasionalisasi Islam.

Turut hadir dalam silaturahmi dengan mantan Ketua Umum PKB ini, Dubes RI untuk Libya, Drs.Sanusi dan beberapa staf KBRI Tripoli Libya.

Alwi Shihab tiba di kota Tripoli dua hari sebelumnya Sabtu (30/10) untuk menjalin hubungan bilateral antara Indonesia dan Libya. Beliau merupakan utusan khusus Indonesia dalam urusan negara-negara Timur Tengah sekaligus Organisasi Konferensi Islam atau OKI. (nam)

MENILIK BENCANA ALAM DI INDONESIA

Pada tanggal 26 Oktober 2010 mungkin adalah hari yang paling memilukan untuk Indonesia, sebab 2 bencana alam melanda yakni Gunung Meletus dan Gempa & Tsunami di Mentawai. Mungkin banyak bertanya-tanya mengapa Indonesia yang dikenal sebagai negara yang kaya harus menerima musibah yang terjadi secara beruntun dan berulang-ulang. Mungkin itu adalah konsekuensi dari kekayaan yang kita miliki. Mengapa harus disimpulkan seperti itu ? Untuk menjawabnya kita perlu menganalogikan Indonesia sebagai negara yang kaya seperti orang yang kaya raya memiliki banyak harta, kita sering mendengar orang kaya biasanya akan lebih sering mendapatkan ujian dari Allah SWT daripada orang yang kurang mampu, kemudian pada umumnya mereka akan diuji oleh Allah dengan harta yang mereka miliki pula. Jadi, jika kita bandingkan kurang lebih memiliki kesamaan dengan musibah di Indonesia, negeri kita yang kaya sering mendapatkan ujian/cobaan berupa bencana alam, dan ujian/cobaan tersebut menggunakan harta yang kita miliki juga yakni air dan tanah. Air untuk bencana Tsunami di Mentawai dan tanah (isi perut bumi) dari Gunung Merapi yang seperti kita ketahui kandungan perut bumi itu memiliki kandungan yang sangat baik bagi tanah sehingga dapat menyuburkan tanah, dengan kata lain dapat meremajakan tanah sehingga subur kembali.

Gunung Merapi

Jenis Gunung api:

Bentuk : Stratovolcano, artinya strato berarti kerucut dan volcano berarti gunung api, sehingga kurang lebih stratovolcano dapat diartikan gunung api yang bentuknya menyerupai kerucut.

Ketinggian Puncak : 2968 m

Lintang : 7.542°S

Bujur : 110.442°E

Merapi adalah nama sebuah gunung berapi di provinsi Jawa Tengah dan Yogyakarta, Indonesia yang masih sangat aktif hingga saat ini. Sejak tahun 1548, gunung ini sudah meletus sebanyak 68 kali. Letaknya cukup dekat dengan Kota Yogyakarta dan masih terdapat desa-desa di lerengnya sampai ketinggian 1700 m. Bagi masyarakat di tempat tersebut, Merapi membawa berkah material pasir, sedangkan bagi pemerintah daerah, Gunung Merapi menjadi obyekwisata bagi para wisatawan.

Gunung Merapi adalah yang termuda dalam kumpulan gunung berapi di bagian selatan Pulau Jawa. Gunung ini terletak di zona subduksi, dimana Lempeng Indo-Australia terus bergerak ke bawah Lempeng Eurasia. Letusan di daerah tersebut berlangsung sejak 400.000 tahun lalu, dan sampai 10.000 tahun lalu jenis letusannya adalah efusif. Setelah itu, letusannya menjadi eksplosif, dengan lava kental yang menimbulkan kubah-kubah lava.

Letusan-letusan kecil terjadi tiap 2-3 tahun, dan yang lebih besar sekitar 10-15 tahun sekali. Letusan-letusan Merapi yang dampaknya besar antara lain di tahun 1006, 1786, 1822, 1872, dan 1930. Letusan besar pada tahun 1006 membuat seluruh bagian tengah Pulau Jawa diselubungi abu. Diperkirakan, letusan tersebut menyebabkan kerajaan Mataram Kuno harus berpindah ke Jawa Timur. Letusannya di tahun 1930 menghancurkan 13 desa dan menewaskan 1400 orang.” (Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas)

Gempa dan Tsunami di Mentawai

Pengertian Tsunami secara umum adalah Tsunami (bahasa Jepang: 津波; tsu = pelabuhan, nami = gelombang, secara harafiah berarti “ombak besar di pelabuhan”) adalah perpindahan badan air yang disebabkan oleh perubahan permukaan laut secara vertikal dengan tiba-tiba. Perubahan permukaan laut tersebut bisa disebabkan oleh gempa bumi yang berpusat di bawah laut, letusan gunung berapi bawah laut, longsor bawah laut,  atau hantaman meteor di laut. Gelombang tsunami dapat merambat ke segala arah. Tenaga yang dikandung dalam gelombang tsunami adalah tetap terhadap fungsi ketinggian dan kelajuannya. Di laut dalam, gelombang tsunami dapat merambat dengan kecepatan 500-1000 km per jam. Setara dengan kecepatan pesawat terbang. Ketinggian gelombang di laut dalam hanya sekitar 1 meter. Dengan demikian, laju gelombang tidak terasa oleh kapal yang sedang berada di tengah laut. Ketika mendekati pantai, kecepatan gelombang tsunami menurun hingga sekitar 30 km per jam, namun ketinggiannya sudah meningkat hingga mencapai puluhan meter. Hantaman gelombang Tsunami bisa masuk hingga puluhan kilometer dari bibir pantai. Kerusakan dan korban jiwa yang terjadi karena Tsunami bisa diakibatkan karena hantaman air maupun material yang terbawa oleh aliran gelombang tsunami. Tsunami di Mentawai, Sumatera Barat pada tanggal 26 Oktober 2010 lalu terjadi akibat gempa tektonik dengan kekuatan 7,2 SR.

Hubungan Antara Bencana Gunung Meletus dan Gempa & Tsunami di Indonesia

Ada hubungan dari kedua bencana alam diatas, hubungan tersebut terletak dari pemicu terjadinya kedua bencana alam tersebut. Lalu, apa pemicu dari kedua bencana tersebut ? pemicunya adalah gerakan tektonik lempeng. Bagaimana tektonik lempeng bisa memicunya ? Untuk menjawab pertanyaan tersebut diperlukan penjelasan yang runtut agar semua menjadi terlihat akan hubungan antara kedua bencana alam tersebut dengan gerakan tektonik lempeng. Pertama-tama akan dijelaskan apa itu tektonik lempeng.

“Teori Tektonika Lempeng (bahasa Inggris: Plate Tectonics) adalah teori dalam bidang geologi yang dikembangkan untuk memberi penjelasan terhadap adanya bukti-bukti pergerakan skala besar yang dilakukan oleh litosfer bumi. Teori ini telah mencakup dan juga menggantikan Teori Pergeseran Benua yang lebih dahulu dikemukakan pada paruh pertama abad ke-20 dan konsep seafloor spreading yang dikembangkan pada tahun 1960-an.

Bagian terluar dari interior bumi terbentuk dari dua lapisan. Di bagian atas terdapat litosfer yang terdiri atas kerak dan bagian teratas mantel bumi yang kaku dan padat. Di bawah lapisan litosfer terdapat astenosfer yang berbentuk padat tetapi bisa mengalir seperti cairan dengan sangat lambat dan dalam skala waktu geologis yang sangat lama karena viskositas dan kekuatan geser (shear strength) yang rendah. Lebih dalam lagi, bagian mantel di bawah astenosfer sifatnya menjadi lebih kaku lagi. Penyebabnya bukanlah suhu yang lebih dingin, melainkan tekanan yang tinggi.

Lapisan litosfer dibagi menjadi lempeng-lempeng tektonik (tectonic plates). Di bumi, terdapat tujuh lempeng utama dan banyak lempeng-lempeng yang lebih kecil. Lempeng-lempeng litosfer ini menumpang di atas astenosfer. Mereka bergerak relatif satu dengan yang lainnya di batas-batas lempeng, baik divergen (menjauh), konvergen (bertumbukan), ataupun transform (menyamping). Gempa bumi, aktivitas vulkanik, pembentukan gunung, dan pembentukan palung samudera semuanya umumnya terjadi di daerah sepanjang batas lempeng. Pergerakan lateral lempeng lazimnya berkecepatan 50-100 mm/a.”

(Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas)

Di Indonesia terdapat 2 jenis tektonik lempeng, yaitu lempeng benua (yaitu lempeng Eurasia) dan lempeng samudera (yaitu lempeng Indo-Australia). Batas kedua lempeng tersebut memanjang dari Pulau Sumatera, Pulau Jawa, kemudian sampai ke Pulau Sulawesi.

 

Lempeng-lempeng Tektonik Bumi

Gerakan kedua lempeng tersebut yang saling bertumbukan itulah yang menyebabkan adanya getaran yang kita kenal sebagai gempa bumi. Gerakan kedua lempeng tersebut dijelaskan melalui gambar berikut,

 

Ilustrasi penunjaman lempeng samudera terhadap lempeng benua

Dari gambar tersebut dijelaskan bahwa lempeng Indo-Australia yang merupakan lempeng samudera menghujam ke bawah lempeng Eurasia yang merupakan lempeng Benua, karena perbedaan massa jenis yakni massa jenis lempeng benua lebih besar daripada lempeng samudera. Dari gerakan lempeng itu terjadi banyak bentukan-bentukan di permukaan bumi, seperti berupa lipatan, patahan, dan sebagainya. Salah satu contoh lipatan yang dihasilkan dari tumbukan tersebut adalah gunung. Gunung tersebut bisa menjadi gunung api jika gerakan lempeng samudera menembus ke kantong-kantong magma yang ada di perut bumi, sehingga magma akan menerobos keluar melalui saluran-saluran hasil patahan dari gerakan lempeng.

 

Lempeng Eurasia (atas) dan Lempeng Indo-Australia (bawah)

Kemudian, kita menghubungkan hal tersebut dengan meningkatnya aktifitas gunung api yang ada di Indonesia. Saya memiliki pendapat tentang mengapa beberapa gunung api di Indonesia meningkat aktifitasnya hampir secara bersamaan dan melakukan erupsi dengan kekuatan yang lebih besar dari tahun-tahun sebelumnya, khususnya gunung Merapi. Hal tersebut berkenaan dengan penunjaman lempeng samudera (Indo-Australia) ke kantong magma yang ada di perut bumi. Jika penunjaman lempeng tersebut bisa menembus ke kantong magma yang lebih besar atau jika penunjaman tersebut mampu membuat rekahan atau retakan yang ada sebelumnya menjadi lebih besar, maka kemungkinan jumlah magma yang keluar semakin besar sehingga itulah yang menyebabkan aktifitas vulkanisme meningkat dan lebih tinggi dari yang sebelumnya. Namun, faktor lain yang Aku yakini kebenarannya adalah penunjaman tersebut membuat tekanan perut bumi semakin besar sehingga mendorong magma yang ada di perut bumi untuk keluar seperti yang diungkapkan oleh Chris Goldfinger, ahli geologi kelautan dari Oregon State University di National Geographic, Ia mengatakan bahwa Letusan gunung berapi memang bisa saja dipicu oleh perubahan tekanan akibat gempa bumi.

Dari pembahasan diatas selalu menyinggung gerakan lempeng dan diduga itulah yang memicu terjadinya rangkaian bencana alam yang ada di Indonesia. Lalu, berdasarkan apa kita mengetahui adanya gerakan lempeng di Indonesia ? Tentu saja terjadinya gempa dan tsunami di Mentawai. Sebab tsunami terjadi didahului dengan gempa tektonik, yakni gempa yang terjadi akibat adanya gerakan dan gesekan antara dua lempeng sehingga menghasilkan getaran atau goncangan. Berdasarkan bencana Tsunami di Mentawai itulah kita mengetahui bahwa memang terjadi gerakan pada tektonik lempeng di Indonesia.

 

KUNJUNGAN PBNU KE LIBYA

Said Aqil Bela Tradisi NU di Libya
Rabu, 13 Oktober 2010 15:38

Tripoli, NU Online
Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj menyampaikan, tradisi keislaman di Indonesia yang lazim di jalankan warga Nahdlatul Ulama (NU) seperti tahlil, bacaan yasin, tasyakuran, maulidan jangan pernah diusik lagi. Upaya sekelompok orang yang berusaha merusak tradisi keislaman yang sudah mengakar dan membudaya dapat dianggap sebagai teror.

Yang perlu dilakukan untuk saat ini adalah upaya meningkatkan pemahaman keagamaan di dalam bermasyarakat. Demikian disampaikan Said Aqil dalam tausiyahnya Tabligh Akbar di Kedutaan Besar RI di Tripoli, Selasa (12/10).

“Praktek keislaman yang sudah mapan di dalam komunitas masyarakat dan sudah mentradisi tak perlu diobrak  abrik lagi. Orang-orang yang berusaha merubah tradisi tersebut termasuk perbuatan teror,” katanya.

Menurutnya, tindakan teror bukan saja  berbentuk bom bunuh diri atau sikap anarkis lainnya. Lebih dari itu, setiap tindakan yang menimbulkan keresahan di masyarakat seperti bid’ah-membid’ahkan tradisi keislaman juga termasuk perbuatan teror. Karena intinya jelas. Merusak tatanan masyarakat yang sudah tentram dalam beragama.

Masyarakat Indonesia memanfaatkan kedatangan Kang Said ke Tripoli dengan mendengarkan tausiyah yang berlangsung di lantai dasar kantor Kedutaan Besar RI, Hay Andalus, Tripoli. Demikian dilaporkan kontributor NU Online Faisal Hakim dari Tripoli. (nam)

KUNJUNGAN PBNU KE LIBYA

Said Aqil Bicara dalam Forum WICC
Rabu, 13 Oktober 2010 12:34

Tripoli, NU Online
Rapat triwulan World Islamic Call Council (WICC), Dewan Tanfidziyah World Islamic People’s Leadersif (WIPL) resmi dibuka, di Tripoli Libya, Senin ( 11/10 ). Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj sebagai salah satu sekjen organisasi internasional ini tampil sebagai pembicara utama dalam forum tersebut. Beragam problematika yang berhubungan dengan dunia Islam  dibahas didalamnya.

Forum dibuka pada pukul  10.00 waktu setempat dan dipimpin langsung oleh DR M Ahmad Syarif, Direktur Umum World Islamic Call Society (WICS), DR Ibrahim Goel dan DR Said Aqil Siradj selaku penanggungjawabumum yang  menangani seluruh Asia.

Di permulaan rapat, forum membicarakan seputar laporan pengurus WIPL dari berbagai negara seperti Prancis, Srilanka, Belgia, Rusia, Amerika latin dan negara-negara Afrika lainnya.  Forum yang dihadiri oleh 22 tokoh itu menyinggung berbagai peran WIPL dalam mengayomi umat Islam di negara masing-masing.

Said Aqil dalam laporannya menjelaskan tentang kegiatan-kegiatan dakwah yang telah diselenggarakan di Asia. Diantaranya mengadakan berbagai seminar yang dimotori oleh Lembaga Persahabatan Indonesia Libya (LPIL) di Jakarta. Seminar yang menolak dengan tegas berbagai macam tindak kekerasan seperti terorisme, radikalisme dan segala tindakan ekstrim lainnya yang muncul akhir-akhir ini.

Di samping itu, segala bentuk propokasi yang dilakukan pihak barat terhadap Islam semisal pelarangan jilbab di Prancis, pelarangan mendirikan menara masjid di Swiss dan pembuatan karikatur Nabi Muhammad SAW di Denmark dianggap sebagai pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM).

Selanjutnya, forum pun membahas teknis pelaksanaan Muktamar Sufi sedunia dan Maulid Nabi Muhammad SAW. Berbagai usulan dalam forum bermunculan. Sebagian menyarankan agar Muktamar Sufi dilaksanakan di Libya sebelum penyelenggaraan Maulid Nabi Muhammad SAW tahun depan.

Di dalam rapat kedua ini, Said Aqil mengusulkan agar Muktamar Sufi sedunia diadakan di Indonesia saja. Di samping Indonesia dikenal sebagai negara muslim terbesar, Indonesia juga dinilai cukup strategis dalam melaksanakan amanah WIPL itu.

Said menambahkan, sudah saatnya kampus Kuliah Dakwah Islamiyah cabang Tripoli dibuka di Indonesia untuk memfasilitasi umat Islam Asia. Universitas Islam bertaraf Internasional juga dianggap penting diwujudkan di tengah-tengah ibukota, Jakarta.

“Sebagai ormas Islam, pihak PBNU akan siap bekerja sama dengan WIPL untuk menindaklanjutinya,” katanya optimis.

Mengakhiri usulannya, Said mengucapkan terima kasih kepada Sang Revolusioner, Muamar Khadafi atas kepercayaannya melantik beliau sebagai Wakil sekjen menggantikan Din Syamsudin di organisasi yang didirikannya itu.

Dari berbagai macam usulan, akhirnya forum memutuskan, pelaksanaan Muktamar Sufi akan dibicarakan lagi pada pertemuan selanjutnya, pertengahan Desember nanti. Demikian kontributor NU Online Faisal Hakim. (nam)

KUNJUNGAN PBNU KE LIBYA

Said Aqil: Islam Agama Peradaban
Selasa, 12 Oktober 2010 11:03

Tripoli, NU Online
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Said Aqil Siradj memenuhi undangan untuk mengisi seminar yang diselenggarakan Kesatuan Keluarga Mahasiswa Indonesia (KKMI), bertempat di auditorium kampus International Islamic Call College ( IICC ), Tripoli Libya, Sabtu (9/10). Seminar mengangkat tema yang masih hangat di tanah air “Menyoal kerukunan umat beragama di Indonesia “.

Kontributor NU Online Faisal hakim dari Tripoli melaporkan seminar yang dimulai pada pukul 18.00 itu diikuti beramai-ramai oleh mahasiswa Indonesia yang sedang menimba ilmu di kampus tersebut, baik dari strata satu maupun dua. Disamping karena nara sumber merupakan orang nomer wahid di PBNU juga dikarenakan tema yang diangkat merupakan salah satu isu yang masih hangat di Nusantara.

Dengan gayanya yang khas Kang Said, panggilan akrab KH Said Aqil Siradj menjelaskan sejarah kokohnya kerukunan umat beragama di Indonesia, terutama dipelopori oleh Nahdlatul Ulama (NU). Ia juga memaparkan teladan yang ditonjolkan para wali songo sebagai soko guru sekaligus panutan para ulama NU dalam berdakwah.

Menurutnya, sikap toleransi seperti yang dicontohkan wali songo merupakan cermin yang baik bagi kerukunan umat Islam di Indonesia. Dengan toleransi yang diwarnai dengan akhlakul karimah akan mampu menciptakan stabilitas keamanan dalam bermasyarakat.

Kang Said menambahkan, Islam bukanlah agama yang mengurusi bidang akidah dan  syariat saja. Lebih dari itu, Islam adalah agama peradaban. Mengajarkan umatnya agar giat menekuni bidang lainnya.

Namun, dalam tataran praktisnya hal itu sepertinya masih kurang dalam kehidupan umat Islam Indonesia. Menurutnya, telah lama kalangan masyarakat Islam Indonesia mengalami ketimpangan dalam menempa keilmuan dan teknologi.

Kalangan pesantren misalnya kurang memahami dalam hal studi modren seperti teknologi. Demikian sebaliknya, kalangan intelektual belum memahami agama Islam dengan baik dan benar.  “Inilah yang perlu kita pikirkan bersama-sama untuk mencari solusinya,” terangnya.

Kang Said beserta rombongan tiba di kota Tripoli Sabtu kemarin (09/10 ) untuk menghadiri acara rapat triwulanan Dewan Tanfidziyah World Islamic Call Council (WICC), ormas terbesar Libya khusus menangani masalah dunia Islam.

Pertemuan Dewan Tanfidziyah WICC tersebut diselenggarakan mulai tanggal 11-12 oktober. Program kerja WICC untuk satu tahun ke depan akan dibahas dalam pertemuan ini. Disamping itu, penentuan pelaksanaan konferensi tokoh-tokoh ulama tasawuf sedunia untuk yang kedua kalinya juga diangkat dalam acara tersebut. (nam)

Indonesia Ikuti MTQ Kejuaraan Al-Fatih Libya

Tripoli, NU Online

Indonesia mengikuti Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) dalam kejuaraan Al Fatih di Libya, Selasa (21/09). Indonesia diwakili oleh Ihsan Azhari di bidang Hifzil Qur’an dan Fadlan Asy’ari Marbun di bidang Tilawah Qur’an. Mereka tiba di Libya bersama rombongan Ahad (19/09).

Demikian seperti dilaporkan kotributor NU Online Faisal Hakim dari Tripoli. Berbeda dengan sebelumnya, MTQ kali ini diselenggarakan dalam rangka memperingati hari ulang tahun Revolusi Libya yang ke-41.

Di samping diperingati resmi oleh negara, Libya dibawah koordinasi Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) tiap tahunnya memeriahkan hari peringatan revolusi satu september dengan menyelenggarakan MTQ tingkat internasional.

Musabaqoh diikuti lebih dari 72 negara dari berbagai belahan dunia seperti Indonesia, Malaysia, Philipina, Pakistan, Lebanon, Mesir, Syiria dan negara sahabat lainnya.

Ditemani oleh pendamping, Ust. Sofyan, dua peserta lomba yang masih kuliah di Perguruan Tinggi Ilmu Al-Qur’an (PTIQ) Ciputat ini mengaku bahwa mereka dikirim resmi dari Kemenag RI atas undangan pemerintah Libya.

“Tiap tahun kita memang mengirim duta Indonesia ke berbagai Musabaqoh tingkat internasional termasuk ke Libya ini,” tambah Sofyan disela-sela acara.

Musabaqoh resmi dibuka senin (20/9) di salah satu hotel mewah, Dzatul ‘Imad Tripoli. Dan akan berlangsung hingga Ahad mendatang (26/9). (sal)

Libya Tetapkan 16 September Sebagai Hari Berkabung Nasional.

Tripoli_ Jum’at (17/09) Dewan Kementrian Libya tetapkan tanggal 16 september sebagai hari berkabung nasional, kamis ( 16/09). Penetapan ini diberlakukan bersamaan dengan berlangsungnya peringatan hari wafat ( Haul ) Syaikh Syuhada Libya atau lebih dikenal dengan singanya padang pasir, Syeikh Umar Mukhtar.

Berdasarkan keputusan tersebut semua aktivitas di Libya negeri maupun swasta  diharuskan berhenti selama lima menit pada hari tersebut. Tindakan tersebut dilakukan sebagai ungkapan kesedihan seluruh rakyat Libya atas gugurnya pemimpin para Syuhada, Umar Mukhtar pada saat Italia menjajah Libya.

Sebelumnya, Umar Mukhtar merupakan tokoh pahlawan nasional Libya yang sangat disegani. Dia memerangi penjajah Italia dari tahun 1911 M-1931M, yakni selama 20 tahun. Peperangan tersebut terus berlangsung hingga beliau dihukum gantung ditangan penjajah dan usianya saat itu sudah mencapai 73 tahun. Dari peperangan tersebut penjajah Italia mengalami kerugian yang sangat besar.

Salah satu panglima perang Italia menyebutkan peperangan yang terjadi antara Italia dan pasukan Umar Mukhtar mencapai 263 kali perang dalam jangka waktu 20 bulan.

Kini, nama Umar Mukhtar diabadikan dan dijadikan sebagai salah satu nama jalan raya di seluruh kota Libya. Begitu juga hotel, universitas, sekolah-sekolah, madrasah-madrasah dan gedung lainnya turut mengabadikan namanya.

Photo Umar Mukhtar juga terus dicetak dalam mata uang Libya yang bernilai 10 Dinar.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.