Oleh: nulibya | AgupmThu, 06 Aug 2009 19:05:28 +0000UTC31 24, 2007

Para Pencuri Rumah TUhan

Didorong ”syu’udzon” terhadap golongan lain, dewasa ini, takfir (mengkafirkan orang lain) sudah jadi “tradisi.” Buntutnya penjarahan masjid golong tertentu (baca: NU) karena, bagi pencuri rumah Tuhan, pengelola masjid sudah berbuat kebatilan berselubung kebenaran. Masjid milik Tuhan maka harus dikembalikan kepada-Nya (Dalam: Tradisi Orang-orang NU (pengantar), hal. xi-xii. Edisi-I. Yogyakarta: Pustaka Pesantren-Lkis Pelangi Aksara.)   Baca Lanjutannya…

Oleh: nulibya | AgupmThu, 06 Aug 2009 19:00:30 +0000UTC31 24, 2007

Garansi Eksistensi Islam di Indonesia

Miftahurrisal

”Rahmat bagi alam semesta,” itulah slogan yang seringkali terdengar dalam dakwah. Slogan yang, disadari atau tidak, sebenarnya membawa efek besar dalam metodologi dakwah itu selanjutnya. Aplikasi dari slogan tersebut yang beragam secara otomatis  telah memunculkan pula  berbagai macam metode atau manhaj dalam penyampaian nilai dan ajaran Islam ke seluruh penjuru dunia. Baca Lanjutannya…

Oleh: nulibya | AgupmThu, 06 Aug 2009 18:57:14 +0000UTC31 24, 2007

Kata Tanpa Makna

M. Isa Ghozi Rantau

”MERDEKA!” Hingar-bingar di seluruh pelosok negeri khatulistiwa menteriakkan kata ini, tepat pada tanggal 17 agustus 1945. Hari dimana proklamator bangsa memproklamasikan kemerdekaan Indonnesia. Dan pada hari itulah seluruh bangsa di dunia menatap Indonesia. Pasalnya, meskipun proklamasi kemerdekaan telah dibacakan namun tidak serta merta kemerdekaan Indonesia diakui oleh dunia. Nyatanya, ketika itu hanya Mesir sajalah yang berani mengakui bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai Negara yang berkedaulatan dan mempunyai martabat yang setara dengan bangsa-bangsa lain. Baca Lanjutannya…

Oleh: nulibya | AgupmThu, 06 Aug 2009 18:50:17 +0000UTC31 24, 2007

Urgensi Membumikan Dakwah Santun Wali Songo

A. Muntaha Afandie

Indonesia bukan showroom untuk jualan ”buah.” Tapi ”lahan” subur untuk ”bercocok tanam” agar bisa menghasilkan ”buah” yang berkualitas baik. Juga ”bercocok tanam” aliran kepercayaan. Masing-masing agama—baik jelas maupun samar-samar– punya misi yang sama: menyebarkan agamanya pada masyarakat Indonesia. Di Kristen ada kristenisasi, Islam punya istilah sendiri; dakwah. Baca Lanjutannya…

Tulisan Sebelumnya »

Kategori