About NU Libya

>> Sejarah NU Libya >> Program Kerja >> Susunan Pengurus

==================================================

Selayang Pandang KANU Libya

Kuliah Dakwah adalah sebuah lembaga pendidikan yang eksklusif di bawah naungan Jam’iyah Ad-Dakwah Al-Islamiyah Al-Alamiyah yang didirikan pada tahun 1974 M. Kuliah Dakwah adalah sebuah institut dakwah yang memfokuskan mahasiswanya pada pendidikan dakwah untuk mencetak da’i-da’i yang kapabel. Pada awal tahun pembukaan ini, mahasiswa Indonesia sudah mulai ada yang belajar di lembaga tersebut. Karena sebab-sebab politis, Libya pada saat itu sudah mulai dikenal sebagai negara yang tertutup yang menyebabkan jumlah mahasiswa pada tahun pertama sangat minim dan bersifat perorangan dan bukan atas nama lembaga.
Kondisi seperti ini berlangsung sampai pada tahun 1997 M, walaupun kedutaan Libya di Jakarta telah dibuka pada tahun 1992 M. Pada tahun 1997 itu, mulailah ada pengiriman mahasiswa atas nama lembaga setelah terjalin kerjasama anatara pihak kuliah dengan organisasi-organisasi Islam di Indonesia, seperti PERSIS, Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama dan Al Wasiliyah.
Seiring dengan perputaran waktu. Mahasiswa Indonesia mulai berdatangan di negeri Hijau ini, sehingga menuntut terbentuknya suatu wadah organisasi mahasiswa Indonesia untuk memenuhi tuntutan situasi yang ada pada saat itu dan menjadi lokomotif utama dinamika mahasiswa Indonesia. Dan akhirnya terbentuklah sebuah organisasi yang bernama Kesatuan Keluarga Mahasiswa Indonesia yang disingkat KKMI pada tanggal 2 Rabi’ul Awal 1418 H bertepatan dengan tanggal 7 Juli 1997 M.

Nahdlatul Ulama sebagai salah satu organisasi Islam di Indonesia yang mempunyai hubungan baik dengan pihak Jam’iyah Ad-Dakwah Al-Islamiyah Al-Alamiyah, pada tahun 2002 Prof. Dr. KH. Irfan Zidny, MA.( salah satu pengurus PBNU) mengirimkan mahasiswa NU berjumlah 4 orang untuk belajar di Kulliyah Dakwah Islamiyyah. Setelah acara ICIS 1 yang dilakukan oleh PBNU, NU dan pemerintah Libya mengadakan MOU untuk kerjasama dalam bidang pendidikan, social dan budaya, secara tidak langsung mendapatkan ruang gerak untuk mengembangkan sayap-sayapnya di bumi hijau ini. Hal itu tercermin pada aktifitas masyarakat Libya yang eksis dan sejalan dengan amaliah-amaliah warga NU di tanah air, seperti kajian kitab-kitab kuning, khotmil Quran, barzanji, tahlil dan ziarah kubur.

Pada tanggal 15 Nopember 2004, PBNU mengirimkan delegasi resmi yang pertama berjumlah 7 orang dibawah bimbingan Prof. Dr. KH Said Aqil Siradj. Dengan bertambahnya jumlah mahasiswa NU baik utusan resmi PBNU maupun tidak, semakin memberikan suasana ke-NU-an yang lebih kental dengan aktifitas-aktifitas yang ada. Hal itu menuntut adanya sebuah perkumpulan yang bisa mengkoordinir dan mengakomodir aktifitas-aktifitas mahasiswa NU di Libya.
Sebagai langkah awal pada tanggal 20 Nopember 2005/ 2 Ramadhan 1426 H. dibentuklah “Lingkar Matraman” yang berarti “Lintas Karya Majlis Tranformasi Mahasiswa Nahdlatul Ulama” sebagai ajang peningkatan kreatifitas dan kwalitas anggota yang pada saat itu dikomandoi oleh saudara Zainil Ghulam Jauhari S.Ag, dengan jumlah anggota 6 orang, yang semua delegasi pertama dari PBNU.

Lingkar Matraman semakin menunjukkan eksistensinya baik di kalangan mahasiswa NU maupun masyarakat di Tripoli dengan berbagai aktifitas yang semakin beragam, di antaranya: terjemahan kitab-kitab Arab, kajian kitab salaf, bahtsul masail, Khatmil Quran dan tahlil di kalangan masyarakat Indonesia di Tripoli serta dibukanya milist NU Libya.
Pada tanggal 20 Nopember 2005 Lingkar Matraman merubah namanya menjadi KANU “Keluarga Nahdlatul Ulama”, sebagai wadah aspirasi warga nahdliyyin di Libya yang bertujuan untuk mempertahankan, mengembangkan kultur keagamaan, dan menyatukan visi-misi setiap anggota, sebagai jembatan pengantar menuju kehidupan berorganisasi yang lebih mapan dan sesuai dengan harapan.Saat itu jumlah anggotanya berjumlah 18 orang.
Langkah pertama yang dilakukan oleh KANU adalah pembentukan kepengurusan organisasi dengan merujuk struktur PBNU sebagai induk organisasi, maka terpilihlah H. Ahmad Faiz Irsyad Lc sebagai Rois Syuriah, dan Syihabuddin Ahmad Mufti sebagai ketua Tanfidziyah dengan dibantu oleh lajnah-lajnah Tanfidziyyah sebagai struktur kepengurusan KANU periode 2005-2006 M.
Pada tanggal 19 Juli 2006 M, KANU mengadakan regenerasi kepengurusan, dengan terpilihnya H. Ahmad Faiz Irsyad Lc sebagai Rois Syuriah, dan Idris Sholeh sebagai ketua Tanfidziyah dengan dibantu oleh lajnah-lajnah Tanfidziyyah sebagai struktur kepengurusan KANU periode 2006-2007 M.

Bertepatan dengan MUNAS dan MUBES NU di asrama haji, Sukolilo, Surabaya pada tanggal 26 juli 2006, atas dorongan dan dukungan dari PCI-PCI luar negeri, serta pertemuan khusus antara KH. Hasyim Muzadi selaku ketua umum PBNU dengan delegasi KANU Libya, maka mulailah ada pembicaraan khuss yang mengarah pada pembentukan PCI NU Libya secara resmi.
Harapan ke depan, seiring dengan perputaran waktu, semoga KANU di kemudian hari akan berubahi menjadi PCI Libya secara resmi.